Stok BBM Kurang
Hampir disejumlah SPBU mengalami kekosongan stok BBM bersubsidi, Kendari, Sulawesi Tenggara, Senin (4/7). Akibat kebutuhan bahan bakar kendaraan untuk mudik sejumlah SPBU di Kendari mengalami kekosongan stok. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Ada yang janggal dalam penanganan perkara dugaan penyelundupan Bahan Bakar Minyak Ilegal oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Pasalnya, sebanyak satu ton BBM yang menjadi barang bukti tiba-tiba raib tanpa bekas. Sementara dua tersangka yang telah ditahan telah dibebaskan.

Peristiwa ini diketahu pada Rabu 11 Januari 2017 hari ini.

Ketika jurnalis media ini hendak menindaklanjuti informasi kasus ini, ternyata barang bukti BBM sebanyak 1 ton sudah tidak ada lagi. Sementara Wawan dan Satria telah dilepaskan.

Kasubdit IV Tipidter, Ajun Komisaris Besar Polisi Hartono, ketika dimintai keterangan enggan memberikan komentar.

“No comen saya yah. Yah begitu jangan dulu saya berkomentarlah. Langsung ke Pak Dir (Dir Krimsus) saja yah,” jelasnya.

Setali tiga uang, Dir Krimsus Polda Sultra, Komisaris Besar Polisi Wira Satya Triputra, juga enggan berkomentar soal ini dengan dalih sibuk.

Kasus ini bermula pada Sabtu 7 Desember 2016 lalu anggota Intel Satuan Brigade Mobile Polda Sultra menangkap dua orang warga Kendari bernama Wawan dan Satria di SPBU Kecamatan Konda.

Keduanya diduga berupaya menyelundupkan BBM bersubsidi secara ilegal dengan cara mengisi BBM di SPBU menggunakan mobil dengan tangki rakitan.

Tersangka dan barang bukti berupa satu ton BBM diserahkan ke Polda tepatnya di Subdit IV Tipidter.

“Makanya kami curigai mengapa sampai selama itu mengisi BBM. Ini pasti ada yang tidak beres. Tangki mobilnya pasti dimodifikasi agar mempunyai kapasitas tinggi. Setelah kami periksa rupanya benar,” kata Kasubbid PID Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh.

Dari hasil pemeriksaan, keduanya diduga telah lama melakukan penyelundupan BBM. Dolfi mengatakan, jika tidak tertangkap, rencananya BBM tersebut akan dibawa ke perusahaan tambang di wilayah Konawe Selatan.

“Kan murah kalau BBM subsidi, jika disamakan dengan harga BBM industri bisa untung banyak. Makanya mereka rela melakukan hal ini. Namun tetap, kami juga sebagai upaya pengawasan penyaluran BBM maka kami lakukan penindakan,” jelasnya saat itu.

Penulis : Kamarudin
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...