ilustrasi investasi
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Banyaknya masyarakat Sulawesi Tenggara yang berinvestasi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Kendari menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat mulai meningkat.

“Kalau tingkat kesejahteraannya rendah, pasti tidak menghiraukan investasi. Keuangan sudah meningkat dan pengetahuan tentang investasi yang aman,” ujar Analis Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra, Daniel Agus Prasetyo, Senin 24 Oktober 2016.

Dengan penghasilan lebih tersebut, tambah dia, masyarakat berani untuk ke instrumen investasi lain. Jika ada kelebihan finansial, mereka tidak hanya berinvestasi untuk beli tanah tapi mengalihkannya ke produk-produk keuangan lain, seperti investasi saham.

“Kalau penghasilannya meningkat berarti sektor dimana dia bekerja sudah membaik dan berkembang. Ini juga akan meningkatkan perekonomian daerah,” kata Daniel.

BACA JUGA: BEI Kendari: Nilai Transaksi Pasar Modal Sultra Capai Rp 600 Juta Per Bulan

Mengenai mahasiswa yang sudah terlibat investasi jual beli saham, Daniel berpandangan, bahwa cara berpikir mahasiswa sudah mulai advance atau sudah mulai mengenal produk-produk keuangan, bukan hanya perbankan tapi bursa efek juga.

Daniel berharap, perusahaan-perusahaan yang ada di Sultra ini ada yang masuk listing BEI, karena saat ini baru PT Antam masuk Initial Public Offering (IPO). Artinya, saham suatu perusahaan yang pertama kali dilepas untuk ditawarkan atau dijual kepada masyarakat atau publik atau biasa disebut go publik.

“Kalau perusahaan Sultra dia IPO, misalnya Bank Sultra go publik. Karena kalau misalnya bisa go publik bisa mendapatkan modalnya dari masyarakat, sehingga harga sahamnya bagus, supaya kepercayaan publik meningkat,” pungkasnya.

Sebelumnya, BEI Perwakilan Kendari mencatat, nilai transaksi pasar modal di Sulawesi Tenggara per bulan mencapai rata-rata sebesar Rp 600 juta, dengan jumlah investor baru 1.028 orang.

Penulis: La Ode Kasman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...