Mal Mandonga Suap Wartawan
Ilustrasi Proses Menyuap dengan Uang (Foto:www.freeimages.com)

Kendari – Manager Mal Mandonga Kendari, Amiruddin, kesal lantaran amplop yang disodorkan melalui anak buahnya kepada dua orang jurnalis ditolak mentah-mentah. Kedua jurnalis lokal itu bermaksud melakukan konfirmasi soal dugaan praktek pemberian upah dibawah standar terhadap karyawan mal tersebut.

Amplop yang diduga berisi uang tersebut sengaja dimaksudkan sebagai pertanda larangan meliput. Karena kesal amplop titipannya ditolak, Amirudin, memanggil oknum polisi untuk mengintimidasi kedua jurnalis muda itu. Kedua jurnalis itu adalah La Niati bekerja disebuah media online dan Nirwan yang bekerja disalah satu surat kabar lokal.

Dari keterangan La Niati, sekitar pukul 14.00 Wita, ditemani Nirwan mereka mendatangi Mall Mandonga. Bermaksud melakukan klarifikasi atas adanya dugaan praktek pembayaran upah dibawah standar terhadap 28 cleaning service. Para buruh itu hanya dibayar Rp 700 ribu perbulan. Padahal Upah Minimum Kota Kendari yang telah ditetapkan Dewan Pengupahan adalah Rp 2 juta.

“Sebelum itu, kami sudah menelepon Manager Pengelola Amiruddin untuk dimintai klarifikasi. Tapi, waktu ditelpon sementara berada di luar. Akhirnya, kami menunggu di ruangan staf,” kata La Niati, Senin 5 September 2016.

Saat menunggu menager, datang seorang staf laki-laki membawa amplop. Namun, dua jurnalis ini menolaknya. Mereka hanya ingin bertemu manager Mal untuk melakukan wawancara.

“Sekitar 10 menit, keluar polisi dan tanyakan id card dan menanyakan wartawan mana. Nirwan tunjukan id card. Sementara saya belum punya id card karena masih diurus. Tapi saya menunjukan identitas lain,” ujarnya.

Di dalam ruangan, manager bersama dua oknum polisi malah mewawancara kedua jurnalis itu. Kedua jurnalis ini pun menjawab bahwa ingin mengklarifikasi kebenaran adanya 28 karyawan yang tidak mendapat haknya. kedua oknum polisi itu bahkan sempat menarik paksa id card Nirwan untuk difoto.

Saat dikonfirmasi kembali melalui telepon seluler, Amiruddin mengaku, tidak mengintimidasi wartawan. Ia menjelaskan bahwa sebelum kejadian ini dirinya memiliki pengalaman buruk dengan seorang oknum wartawan bernama Muis.

“Kita tidak benar intimidasi. Tapi kita persoalkan ada wartawan bernama Muis yang selalu datang minta uang disini,” tuturnya.(*)

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...