Rahmatia, Ibunda Almarhum Abdul Jalil Arkam
Ibunda Abdul Jalil, Rahmatia. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Perjuangan keluarga almarhum Abdul Jalil Arkam dalam mencari keadilan, terhenti di Pengadilan Negeri atau PN Kendari, Senin 5 September 2016.

Pada sidang putusan praperadilan di PN Kendari, hakim yang dipimpin oleh Lukman Ahmad menolak seluruh gugatan pemohon yang diajukan pengacara keluarga Jalil.

Menurut majelis hakim, bukti yang diajukan pengacara keluarga Jalil tidak kuat. Selain itu, hakim ikut membenarkan langkah termohon dalam hal ini Kepolisian Resor atau Polres Kendari dalam proses penangkapan Abdul Jalil, sekalipun ikut merenggut nyawa putra Arkam Ali tersebut.

“Dengan segala pertimbangan, gugatan praperadilan yang diajukan pemohon secara seluruhnya ditolak. Selanjutnya, pihak pemohon mengambil langkah hukum sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Lukman Ahmad sembari mengetuk palunya.

Atas putusan hakim ini, Ibunda Abdul Jalil, Rahmatia tidak mau memberikan komentar banyak. Namun, raut wajahnya tidak bisa menyembunyikan rasa kekecewaannya.

Kuasa hukum Jalil dari Lembaga Bantuan Hukum atau LBH Kendari Saddang Nur mengatakan, masih akan pikir-pikir soal putusan pengadilan yang menolak gugatan praperadilan dalam proses penangkapan Jalil yang berujun maut.

“Kita akan diskusikan dulu dengan direktur LBH seperti apa langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Menurut dia, dalam bukti gugatan praperadilan ini, mereka menganggap proses penangkapan hingga berujung pada kematian Jalil tidak prosedural.

“Kita ajukan gugatan soal proses penangkapannya. Karena, almarhum diperlakukan tidak manusiawi hingga menghilangkan nyawanya,” katanya.

Nada protes terhadap putusan pengadilan ikut disampaikan Lembaga Pemerhati HAM La Ode Arfan. Menurutnya, putusan hakim tidak rasional karena pada saat penangkapan tidak ada surat tugas dan tidak ada surat perintah penangkapan yang diperlihatkan polisi.

“Itu tidak prosedural harusnya, surat penangkapan itu ditandatangani dulu pihak keluarga. Tapi faktanya, surat penangkapan dikirim setelah Abdul Jalil meninggal, itu pun diantar melalui jasa tukang pos,” tekannya.

Ia menilai, hakim telah melanggar kode etik karena menolak seluruh gugatan yang diajukan keluarga Jalil. “Hakim harusnya lebih paham soal penangkapan,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum Polres Kendari Nasruddin mengatakan, semua pihak harus menerima putusan pengadilan yang dianggapnya adil.

“Jika seluruh gugatan ditolak, maka proses penangkapan yang dilakukan oleh kepolisian kemarin tidak salah,” ungkapnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor   : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...