Munsir Salam
Munsir Salam. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sultra mempersilahkan kepada pasangan calon untuk menggugat Komisi Pemilihan Umum soal belum adanya alat peraga kampanye (APK).

Anggota Bawaslu Sultra Munsir Salam mengatakan, kampanye adalah hak calon. Undang-undang telah mengatur bahwa hak paslon harus dipenuhi negara melalui KPU berkait alat peraga kampanye.

BACA JUGA: Bawaslu Sultra: Pelaku Politik Uang Sulit Kena Pidana

“Harusnya, calon dijamin haknya oleh KPU. Sampai sekarang, APK belum ada padahal ini menjadi hak calon. Paslon bisa mensengektakan KPU ke Panwaslu,” terang Munsir Salam, Rabu 2 November 2016.

Munsir mengaku, tahapan kampanye calon sudah dimulai sejak 28 Oktober kemarin. Namun, hingga sepekan berlalu, ternyata KPU baru melakukan pencetakan alat peraga kampanye.

“Pada 28 kemarin sudah masuk kampanye. Mestinya, sudah disediakan alat peraganya,” katanya.

Berdasarkan monitoring Bawaslu, tujuh kabupaten atau kota belum ada alat peraga yang dipasang KPU. Termasuk stiker dan kebutuhan kampanye lainnya.

“Kami panwas, meminta kepada KPU untuk secepatnya mengadakan APK ini. Bisa saja, Paslon berhak mensengketakan hal ini akibat hak mereka tidak dipenuhi,” tekannya.

Hingga saat ini, lanjut Munsir, Bawaslu belum melayangkan surat kepada KPU. Namun, sudah memerintahkan kepada seluruh Panwaslih untuk ikut mengawasi proses pencetakan.

“Kemarin, panwas Kota Kendari dan Bombana baru saja mengawasi pencetakan di Makassar. Kita berharap secepatnya dipenuhi hak calon ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Bawaslu: Empat Daerah Penyelenggara Pilkada di Sultra Rawan Kecurangan

Munsir mengaku, tidak mengetahui apa alasan KPU belum mencetak alat peraga kampanye ini. Namun, dia menduga ada kesalahan dalam proses pengadaan alat peraga ini.

“Ada persoalan dalam perencanaan KPU. Diduga ada perencanaan kurang matang. Karena, harusnya APK ini sudah dicetak sejak dimulainya kampanye,” pungkasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...