bi sultra
Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowadojo diapit Gubernur Sultra, Nur Alam dan anggota DPR-RI dapil Sultra, Haerul Saleh. (KABARKENDARI/KASMAN)

Kabarkendari.com – Gubernur Bank Indonesia, Agus DW Martowadojo mengatakan, daerah Wakatobi Sulawesi Tenggara akan semakin dikenal masyarakat Indonesia maupun masyarakat di luar Indonesia.

Pasalnya, pada uang Rupiah Tahun Emisi 2016 pecahan Rp 10 ribu menampilkan keindahan alam taman laut Wakatobi.

“Pada uang kertas pecahan Rp 10 ribu yang baru, di bagian belakang dapat kita lihat bahwa keindahan alam Wakatobi, ditampilkan. Ini merupakan wujud rasa hormat kami dan apresiasi kami kepada seluruh bangsa Indonesia dan khususnya kepada masyarakat Sulawesi Tenggara,” terang Agus saat menyampaikan sambutan sertijab Kepala Perwakilan BI Sultra di Rujab Gubernur, Kamis 12 Januari 2017.

“Dalam kunjungan kerja kami di Sultra ini, kami juga berencana mengunjungi Wakatobi. Kami ingin memastikan bahwa masyarakat Sultra khususnya di Wakatobi tahu bahwa dalam uang emisi 2016 Rp 10 ribu terdapat keindahan alam laut Wakatobi. Sekarang Wakatobi akan dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia bahkan masyarakat di luar Indonesia,” tambah mantan Menteri Keuangan ini.

Agus menuturkan, agar uang Rupiah dapat tersedia dan dapat digunakan seluruh masyarakat Sultra, layanan pengelolaan uang di BI bank perlu terus ditingkatkan, selain peningkatan frekuensi sirkulasi kas kepada perbankan.

Dia mengaku BI menampilkan pesona alam bawah laut Wakatobi sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

“Kami menyambut baik kehadiran kas titipan di Sultra yang berlokasi di Kota Baubau dan Kabupaten Kolaka. Kami harapkan kerja sama kas titipan ini akan terus diperkuat, untuk menjamin distribusi uang Rupiah dapat menjangkau sampai ke daerah-daerah terpencil,” ucapnya.

Agus menjelaskan, desain uang Rupiah Tahun Emisi 2016 menampilkan gambar yang dapat mewakili seluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Desain tersebut diwujudkan dengan pencantuman gambar pahlawan nasional pada bagian depan dan gambar tarian serta keindahan alam nusantara pada bagian belakang.

“Penerbitan secara serentak untuk 11 pecahan tersebut merupakan sejarah tersendiri karena baru pertama kali dilakukan semenjak Indonesia merdeka,” tuntasnya.

Penulis: La Ode Kasman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...