Ilustrasi Pilkada Serentak 2017
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Anggota KPU Bombana Andi Usman mengatakan, rekomendasi Panwas agar KPU melaksanakan Pemungutan Suara Ulang pada lima TPS tidak dilaksanakan karena dianggap tidak prosedural.

“Rekomendasi Panwas tidak melalui prosedur,” kata Andi Usman melalui telepon selulernya, Senin 20 Februari 2017.

Selain itu, KPU beralasan rekomendasi Panwas telah melewati batas waktu yang telah ditentukan dalam Peraturan KPU. Menurutnya, rekomendasi harusnya sudah masuk dua hari setelah pemilihan.

“Kita masih ada waktu empat hari untuk membuat surat keputusan agar digelar PSU,” katanya.

Lebih lanjut, kata Usman, yang berhak mengeluarkan rekomendasi PSU adalah panwascam. Dalam kasus di Bombana, sebut dia, rekomendasi PSU disampaikan langsung oleh Panwaslih ke KPU Bombana.

“Harusnya dari Kecamatan sebagai pihak yang berhak merekomendasikan PSU,” bebernya.

Dia menjelaskan, rekomendasi Panwas terlebih dulu dilakukan kajian. Jika dianggap tidak sesuai prosedur, maka KPU bisa mengabaikan rekomendasi tersebut.

“Harusnya mereka ikuti mekanisme. Sebenarnya, PSU kita sudah siapkan 2 ribu suara khusus PSU. Dia punya kode tersendiri. Tapi kita tidak tindaklanjuti rekomendasi itu karena tidak prosedural. Makanya, surat suara PSU ini akan dimusnahkan. Kasus ini, sama seperti di Muna,” pungkasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...