ADP
Adriatma Dwi Putra. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Pada 11 Februari 2017, dua pasangan calon akan menggelar kampanye akbar di hari yang bersamaan. Adalah pasangan Adriatma Dwi Putra-Sulkarnain dan Mohammad Zayat Kaimoeddin-Suri Syahriah Mahmud.

Bagi pasangan ADP-SUL, sengaja memilih 11 Februari 2017 untuk menggelar kampanye akbar karena hari itu adalah waktu terakhir yang diberikan Komisi Pemilihan Umum atau KPU untuk menggelar tatap muka dengan masyarakat Kota Kendari.

“Kita tidak perebutkan apanya. Tapi itu hari terakhir tatap muka dengan masyarakat. Sebelum tanggal 11 itu, kita telah maksimalkan kampanye dialogis,” ungkapnya, Selasa 31 Januari 2017 di Swiss-Belhotel Kendari.

Dia membantah, mengambil tanggal yang bertepatan dengan kampanye Derik-Suri itu karena mempertimbangkan kesempatan tim kampanyenya.

“Tidak ada hubungannya itu (kesiapan tim kampanye),” katanya.

Pada 11 Februari 2017 nanti, sudah ada kesepakatan bersama antara paslon Derik-Suri dan pihak kepolisian. Rencananya, pasangan Derik-Suri akan menggelar kampanye di pagi hari, sedangkan ADP-SUL memilih sore hari.

“Kita tidak dirugikan. Kita rugi kalau harinya bergeser, karena kita sudah banyak persiapan matang. Tidak akan geser kampanye akbarnya,” jelasnya.

Banyak pihak mengkhawatirkan kampanye bersamaan ini bisa memicu konflik antar pendukung. Sebab, masing-masing massa pendukung bisa saja bertemu di tengah jalan. ADP sendiri, menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk mengaturnya.

“Kita sudah kembaikan ke polisi dan mereka sanggup dengan jumlah personel yang ada. Tidak ada masalah, nanti akan dibuat simulasi jalur massa seperti apa, dan itu sudah kewenangan kepolisian,” paparnya.

Rencananya, kata ADP, pada kampanye akbarnya akan dihadiri oleh petinggi DPP PAN.

“Kemarin rencananya pak Zulkifli Hasan hadir, tapi informasi terakhir bertepatan dengan Pilkada DKI. Kemungkinan pak Sekjen saja yang hadir,” pungkasnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...