ADP
Adriatma Dwi Putra. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com– Sempat diklaim sebagai pemilik suara Golkar, Adriatma Dwi Putra justru ditelikung Abdul Rasak di menit-menit akhir penentuan. ADP tak mau larut dalam kecewa. Kekalahan itu disebutnya sebagai dinamika politik. Golkar beralih mendukung Rasak disebut ADP karena tidak satunya pemahaman dirinya dan pihak Golkar.

“Politik ini adalah sebuah ranah. Bukan hanya satu hari, setiap menit bisa berubah. Jadi yang diklaim hari ini, bisa saja berubah. Kecuali kalau sudah pegang SK,” ungkapnya, Minggu 14 Agustus 2016.

Ia menambahkan, salah satu hal yang membuat Golkar beralih adalah tidak sinkronnya pemahaman antara dirinya dan Golkar. Sebab, Golkar sendiri menginginkan kadernya sebagai wakil, namun ADP sendiri sudah menentukan paket dari awal.

“Masih kemungkinan paket dengan PKS. Ini salah satu faktor tidak sinkron dengan Golkar sebagai partai kader, mereka usung kadernya sendiri,” ujarnya.

Bila dibandingkan dengan Rasak, ungkap ADP, dirinya lebih dulu mendapatkan kepastian dari Partai Amanat Nasional. Dukungan Partai, kata dia, bukan sebatas rekomendasi seperti yang dipegang Rasak.

“Tapi, saya sudah SK langsung yang ditandatangani oleh Ketua Umum dan Sekjen. Saya sudah pegang SK PAN, bukan rekomendasi lagi. SK itu ditandatangani 13 Agustus kemarin. Saya bawa tadi SK-nya,” jelasnya.

Meski begitu, tambah ADP, SK tersebut belum bisa dipublikasikan secara gamblang. Rencananya, akan diumumkan setelah semua partai resmi mengeluarkan SK, bukan dalam bentuk rekomendasi lagi.

Selain PAN, ADP berharap dukungan Partai Gerindra yang juga dipimpin oleh mertuanya, Imran. Saat ini, ADP telah mengikuti proses fit and propertest. Ia juga mengaku tengah menjalin komunikasi politik dengan PKS dan PKB.

Penulis: Pandi
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
loading...