ADP
Salah Satu Anggota Dewan yang Harus Mengundurkan Diri Karena maju dalam Pilwali Kendari 2017. (KABARKENDARI/Suwarjono)

Kabarkendari.com – Ditunjuknya Imran sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah atau DPD Partai Gerindra Sulawesi Tenggara, membuat Adriatma Dwi Putra berpeluang besar mendapatkan dukungan partai tersebut untuk maju di Pilwali Kendari 2017.

Ketua DPD Partai Amanat Nasional atau PAN Kota Kendari Asrun menilai, posisi Imran saat ini bisa memberikan penguatan politik di Pemilihan Wali Kota Kendari dan Pemilihan Gubernur 2018 mendatang.

“Sinergi bisa dilakukan antara Gerindra dengan PAN. Dengan sinergi itu, ruang kita semakin luas, dan kompetitor semakin kecil ruangnya. Ini langkah pasti dan awal untuk sukseskan dua momentum itu,” ungkap Asrun ditemui di rumah jabatan Wali Kota Kendari, Minggu 31 Juli 2016.

Hitungan Asrun, kalau dikocok ulang proses penjaringan di Gerindra, bisa saja dukungan partai diberikan kepada ADP. Sebab, ADP sendiri adalah anak Asrun yang belum lama mempersunting anak Imran.

Sehingga, kata Asrun, tidak bisa dinafikkan jika ADP ini bukan lagi anaknya dia sendiri melainkan juga sudah menjadi anak Imran.

“Kalau bisa, kasih saja putranya ADP. Karena, dari semua syarat elektabilitas dan popularitas dia sudah baik. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak diberikan,” katanya.

Sebelum dijabat oleh Imran, kata Asrun, dirinya telah menjalin komunikasi dengan Anton Timbang selaku pimpinan Gerindra Sultra sebelumnya.[irp posts=”1371″ name=”Resmi, Imran Gantikan Anton Timbang Pimpin Gerindra Sultra”]

“Kita sudah pernah bangun komunikasi dengan Anton tapi belum ada kejelasan. Kita bangun komunikasi saja karena sampai kemarin belum final. Kemarin alternatif Anton usulkan pak Musakkir dan pak Rasak. Tapi, sampai sekarang belum ada yang jadi. Kalau dikocok ulang, bisa saja terjadi begitu,” katanya.

Meski belum ada tanda tangan hitam di atas putih, sejauh ini ADP sudah hampir memastikan dukungan beberapa partai. Yakni, PAN, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Golkar, dan Partai Kebangkitan Bangsa.

“Sekarang kita hitung sudah 15 kursi. Kalau Gerindra gabung, maka 20 kursi,” sebutnya.

Meski begitu, Asrun belum mau buru-buru untuk menguasai semua partai. Pihaknya masih menghitung potensi head to head atau tiga calon.

“Kita inginkan bagusnya banyak. Ini bisa mengurangi biaya,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, paradigma partai saat ini telah berubah. Hampir semua partai ingin mendukung calon yang mau menang.

“Jadi, kumpul ke kita semua, kita repot juga. Mau ditolak, kawan. Kita akan lihat lagi nanti seperti ala hitungannya. Bisa saja kemungkinan satu lawan satu atau satu lawan kosong,” tuturnya.

Penulis: Pandi
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...