ADP Mertua Imran Gerindra
ADP Sedang Berada di Rumah Duka Almarhumah Suriyani Imran. (KABARKENDARI/Pandi)

Kabarkendari.com – Rasa duka menyelimuti rumah almarhumah Suriyani Imran di Jalan Tina Orima, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wuawua, Kendari. Istri mantan Bupati Konawe Selatan Imran itu memenuhi panggilan Sang Pencipta, Senin 10 Oktober 2016, sekitar pukul 13.30 Wita saat perjalanan menuju Jakarta.

Musibah ini mengundang rasa sedih yang mendalam bagi keluarga, kerabat, sahabat, dan masyarakat Sultra tentunya. Pasalnya, almarhumah meninggal saat sedang mengemban amanah rakyat sebagai anggota DPRD Sultra dari Partai Golkar.

Di antara sejumlah keluarga yang melayat, tak ketinggalan hadir Adriatma Dwi Putra (AdP). Bakal calon Wali Kota Kendari ini tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya. Matanya membengkak. Tidak banyak kata yang terucap. Ia benar-benar terpukul.

Belum lama menjadi bagian dari keluarga setelah mempersunting Siska, putri dari Imran dan almarhumah, ADP harus rela melepas kepergian ibu mertuanya.

BACA JUGA: Asrun: Musadar akan Dukung ADP

ADP mengaku, mendapat kabar dari keluarga bahwa 10 menit sebelum landing pesawat menuju Bandara Soekarno-Hatta, almarhumah sudah mengalami koma.

“Nanti pada saat turun dari pesawat di bandara, beliau katanya sudah pingsan dan dinyatakan meninggal,” katanya.

Di mata ADP, almarhumah adalah sosok ibu yang kuat, sederhana dan tidak mau merepotkan anak-anaknya.

“Meskipun kondisi tubuhnya tidak kuat dan sedang sakit, beliau tetap tidak mau merepotkan. Kami sangat kehilangan beliau,” ujarnya.

ADP juga mengaku mendapatkan kasih sayang lebih dari ibu mertuanya itu. Dia mengaku, dua Minggu belakangan belum sempat ketemu dengan almarhumah.

“Dua Minggu lalu, saya sempat ketemu beliau. Tidak ada tanda-tanda,” tuturnya.

Suriyani Imran dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 13.30 Wita saat perjalanan menuju Jakarta. Diduga, almarhumah menghembuskan nafas terakhirnya karena terjadi peningkatan kadar gula dalam tubuhnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...