Napi Lapas Klas II A Kendari
Ratusan napi serentak melemparkan topi ke udara sebagai wujud kegembiraan usai mendapat kepastian remisi dari Kemenkumham. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com – Sebanyak 80 terdakwa kasus korupsi sedang ditahan atau diterungku di Rumah Tahanan disingkat Rutan Kelas II A Kendari, Sulawesi Tenggara. Mereka berasal dari berbagai kabupaten dan kota yang ada di daerah itu.

“Dari total 490 penghuni Rutan Kendari, terdapat 80 tahanan kasus korupsi dari berbagai kabupaten dan kota yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kendari,” ungkap Kepala Rutan Kelas II A Kendari, Andy Gunawan, usai menggelar upacara HUT RI ke-71 di Rutan Kelas II A Kendari, Rabu 17 Agustus 2016.

Menurut Andy, PN Kendari sudah memutuskan nasib mereka maka Rutan Kendari akan melimpahkan para tahanan yang divonis bersalah ke Lembaga Permasyarakatan atau Lapas Kendari, Kecamatan Baruga.

“Sebanyak 80 orang ini, hanya titipan sementara di sini. Bila mereka sudah divonis maka kita akan serahkan ke Lapas,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Andy Gunawan, mengatakan, ke-80 tahanan kasus korupsi tersebut belum bisa diberikan remisi Hari Kemerdekaan atau remisi apapun karena belum berkekuatan hukum tetap melalui keputusan pengadilan.

“Nanti tiba di Lapas baru diberikan remisi. Saat ini juga kita masih menunggu revisi PP 29 tentang remisi terpidana korupsi. Pemberian remisi, tidak sembarangan dan diatur dalam undang-undang,” ujarnya.

Salah satu tahanan kasus korupsi yang terlihat saat upacara peringatan HUT ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia di Rutan Kelas II A Kendari adalah Prof Hanna.

Mantan Ketua Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan atau LPMP Sultra ini, telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri Kendari dalam dugaan korupsi di lembaga yang dipimpinnya.

Selain tahanan korupsi, pihak Rutan ikut menahan sekitar 30 persen pelaku kejahatan narkoba dan sebagiannya adalah pencurian, penganiayaan, dan tindakan kriminal lainnya.

Penulis: Pandi
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...