PDI-P Sultra
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah atau DPD PDIP Sultra, Litanto, saat memberikan keterangan mengenai beberapa persoalan di tubuh PDIP. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Pendukung Bakal Calon Bupati Kolaka Utara Ulfa Haeruddin menggelar demonstrasi di kantor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sultra, Kamis 15 September 2016.

Selain pendukung, beberapa pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP ikut datang memprotes keputusan DPP PDI-P yang tidak mengusung Ulfa di Pilkada Kolaka Utara.

“Kami sangat miris dengan kondisi ini. Masak rumah sendiri tidak solid untuk mengusung kadernya,” ungkap tim relawan Ulfa, Ipul di kantor DPD PDI-P Sultra.

Menurutnya, Ulfa merupakan kader potensial yang diharapkan bisa mewakili partai maju di Pilkada Kolaka Utara. Sayangnya, partai berlambang banteng ini malah mengusung Bobby Alimuddin yang notabene bukan kader PDI-P.

“Bicara figur yang membesarkan Partai di Kolaka Utara adalah Ulfa. Kenapa partai ini ingin mengusung orang di luar kader. Kenapa rekomendasi bisa jatuh ke Bobby?,” tekannya dengan nada protes.

Senada dengan Ipul, salah satu pengurus PAC PDI-P Kolaka Utara Mursalim mengaku, keputusan DPP jauh dari keinginan seluruh kader di bawah. Dia khawatir, dukungan ini akan membuat PDI-P runtuh di Kolaka Utara.

“Banyak fakta di daerah lain bahwa partai hanya dijadikan kendaraan tapi tidak diperhatikan nanti. Lebih baik kita usung kader karena kami anggap memiliki potensi untuk menang,” tekannya.

Sementara itu, Sekretaris DPD PDI-P Sultra, Litanto mengaku, sejak awal mendorong Ulfa ke DPP sebagai salah satu kandidat untuk maju di Pilkada Kolaka Utara. Namun, karena pertimbangan DPP, Ulfa dinilai belum memiliki kans untuk menang. Sebab, survei menunjukan Ulfa kalah elektabilitas dibandingkan dengan calon lain.

“Ini menjadi keputusan DPP. Kami tidak bisa melawan keputusan DPP,” katanya.

Menurutnya, PDI-P tetap prioritaskan kader dan Ulfa telah  mendapatkab surat tugas dari DPP untuk mencari pasangan dan koalisi partai. Namun, setelah tiba batas dua Minggu dia tidak mendapatkan dukungan itu dan wakilnya tidak masuk dalam survei.

“Inilah pertimbangan DPP. Rekomendasi DPP juga baru keluar 20 September nanti,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...