Jurusan Ilmu Tanah UHO Kendari
Ketua Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Zulfikar SP MP. (KABARKENDARI/IST)

Kabarkendari.com – Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali membuka Jurusan Ilmu Tanah yang sebelumnya sempat dilebur ke dalam Program Studi (Prodi) Agroteknologi. Langkah ini diambil karena pentingnya peranan Ilmu Tanah dalam manajemen dan pembangunan sumber daya lahan berkelanjutan.

Ketua Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, UHO Kendari, Zulfikar SP MP, memaparkan, Jurusan Ilmu Tanah di Fakultas Pertanian UHO Kendari kembali dibuka berdasarkan Surat Keputusan (SK) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor: 175/KPT/I/2016 tanggal 11 Mei 2016.

Zulfikar menuturkan, besarnya kebutuhan akan tenaga kerja terampil, khususnya dalam bidang Ilmu Tanah, Kemenristekdikti memberikan izin pembukaan jurusan/program studi Ilmu Tanah. “Alhamdulillah, pada tahun 2016 ini, ada 102 peminat Jurusan Ilmu Tanah. Mereka sudah mulai menjalani perkuliahan,” kata Zulfikar.

Alumni Prodi Ilmu Tanah UHO Kendari ini menambahkan, sistem perkuliahan di Jurusan Ilmu Tanah dilakukan seperti pada umumnya yakni dengan sistem semester. Tahun akademik terdiri dari semester ganjil dan semester genap.

“Masing-masing merupakan waktu pelaksanaan akademik selama 14 kali perkuliahan, termasuk praktikum, dan dua kali pelaksanaan ujian. Diantara semester ganjil dan genap, ada namanya semster pendek,” terang Zulfikar saat ditemui di meja kerjanya, belum lama ini.

Lebih jauh Zulfikar menjelaskan, penyelenggaraan pendidikan diselenggarakan dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS). Mahasiswa diharuskan menempuh sekurang-kurangnya 144 SKS dalam menyelesaikan pendidikan S1 Ilmu Tanah.

“Terdiri dari 137 SKS mata kuliah wajib dan 7 SKS mata kuliah pilihan yang dapat ditempuh dalam waktu kurang lebih 8 semester  dan selama-lamanya 12 semester,” tambahnya.

Selama proses perkuliahan, kata Zulfikar, mahasiswa mendapat pelayanan dalam bentuk pembimbingan akademik serta pelayanan terhadap masalah pribadi dan sosial yang diberikan oleh Pembimbing Akademik (PA).

Bagi lulusan Jurusan/Program Studi Ilmu Tanah, lanjut dia, selain mendapatkan ijazah dan transkrip nilai, juga akan diberikan sertifikat pendamping ijazah.

Soal tenaga pengajar, Zulfikar menyebutkan, Jurusan/Prodi Ilmu Tanah didukung sumberdaya manusia yang terdiri dari dosen dan tenaga pendidik, meliputi, teknisi/laboran/ tenaga administrasi dan pustakawan.

Kata dia, dosen Jurusan/Prodi Ilmu Tanah memiliki kinerja tridharma baik, dengan kualifikasi guru besar dua orang, doktor tujuh orang, dan magister 10 orang.

Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
loading...