korupsi water sport kendari
Kadis Pariwisata Zainal Koedoes dibawa menuju rutan klas 2A Kendari. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) HM Saleh Lasata mengirim surat permintaan kepada Kejaksaan Tinggi Sultra untuk menangguhkan penanganan Kepala Dinas Pariwisata Zainal Koedoes.

Penyidik Kejati Sultra telah resmi menahan Zainal Koedoes di Rumah Tahanan Kelas II A Kendari. Jaksa menduga, Zainal terbukti terlibat dalam dugaan korupsi pembangunan Kendari Water Sport.

Atas penahanan ini lah, Wagub Sultra mengirim surat penangguhan penahanan Zainal kepada Kejati Sutra.

“Saya berusaha mengirim surat penangguhan penahanan kepada Kejati. Diterima atau tidak itu terserah Kejati. Saya sudah kirim, tapi saya tidak tahu tanggalnya,” ungkap Saleh Lasata ditemui di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra, Rabu 30 November 2016.

Saleh mengaku, tujuan mengirim surat penangguhan ini agar Zainal bisa menjalankan tugas sebagai kepala dinas, sembari menghadapi proses hukumnya.

“Bisa ditahan di luar saja. Sambil dinas, kasusnya tetap jalan. Tapi, dikabulkan atau tidak tergantung penilaian jaksa. Sejauh ini surat belum dibalas oleh jaksa,” ungkapnya.

Saleh mengaku, penahanan Zainal Koedoes sudah pasti akan mengganggu jalannya pemerintahan. Namun, roda organisasi tetap berjalan karena masih ada wakil dan sekretaris dinas yang bekerja.

“Tentu kita tidak bisa katakan kalau tidak mengganggu. Tentu mengganggu pemerintahan. Tapi, masih ada wakil dan sekretaris yang bisa diajak komunikasi,” jelasnya.

Meski sudah ditahan, kata Saleh, Zainal Koedoes belum bisa diganti posisinya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Sultra. Sebab, status dia saat ini masih sebatas tersangka.

“Kalau sudah terdakwa, baru diganti. Kalau masih tersangka belum bisa diganti. Sekarang, belum ada pergantian dan kita tunggu dulu prosesnya” tuturnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka