tie saranani
Tie Saranani digelandang petugas intelejen Kejari Kendari ke Rutan Klas 2A Kendari, pukul 18.45 Wita, Senin 28 Oktober 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Kejaksaan Negeri Kendari akhirnya menahan Titing Suryani Saranani atau biasa disapa Tie Saranani, yang diduga melakukan tindak pidana penghinaan terhadap mantan anggota Panwas Kabupaten Bombana, La Ode Rahmat di salah satu grup facebook Sultra Watch. Tepat pukul 18.45 Wita, Senin 28 Oktober 2016 tadi, Tie Saranani digelandang petugas intelejen Kejari Kendari ke Rutan Klas 2A Kendari.

Sebelum penahanan ini berlangsung tampak Tie Saranani dibawa oleh anggota Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara yang sebelumnya juga telah melakukan pemeriksaan di Kejari Kendari. Tepat pukul 16.00 Wita, dengan pengawal anggota Ekonomi Khusus, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara dan petugas Kejati Sultra, Tie Saranani dengan wajah ceria tiba di kejari dan memasuki ruang pidana umum.

Sekitar dua jam dilakukan pemeriksaan dan pengisian lembaran administrasi, terhadap mantan calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini, tiba-tiba saja penyidik Kejari Kendari yang menangani berkas perkara Tie Saranani langsung menerbitkan surat perintah penahanan. Setelah surat penahanan ini terbit, Tie Saranani langsung dibawah ke Rutan Klas 2A Kendari.

Pelaksana harian (Plh) Kepala Kejari Kendari Indra Efendi. SH mengungkapkan penahanan terhadap seorang tersangka diatur dalam Pasal 21 Ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHAP) tentang perintah penahanan terhadap seorang tersangka atau terdakwa yang diduga keras melakukan tindak pidana berdasarkan bukti yang cukup, dilakukan dalam hal.

“Kita tahan karena adanya keadaan yang menimbulkan kekhawatiran bahwa tersangka akan melarikan diri, bahwa tersangka akan merusak atau menghilangkan barang bukti dan dan juga jangan sampai tersangka akan mengulangi tindak pidana yang sama. Makanya kami tahan,” tegasnya.

Dijelaskan Indra Efendi, Tie Saranani ditahan karena berkas perkara tersangka sudah P21 atau dinyatakan lengkap oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Sultra. Menurutnya, kegiatan hari ini adalah tindak lanjut dari berkas P21 tersebut atau Tahap II yakni penyerahan berkas tersangka dan barang bukti. Sebelumnya kata Indra, memang tersangka Tie Saranani tidak ditahan karena menjadi DPO dalam kasus ini.

Sementara Tie Saranani yang digelandang ke Rutan Klas 2A Kendari, tidak banyak bicara terhadap awak media yang menunggunya keluar dari ruang pemeriksaan. Tie Saranani hanya meminta agar media tidak begitu luas memberitakannya. ” Jangan di foto yah, jangan di upload. Tolong yah,” pintanya.

Dalam kasus ini, Tie Saranani dijerat Pasal 28 ayat 2 dan Pasal 27 ayat 3 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman hukuman dalam kasus ini Tie Saranani terancam hukuman diatas lima tahun penjara.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka