tie saranani
Tie Saranani diserahkan penyidik ke Kejaksaan Tinggi Sultra. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – La Ode Rahmat, mantan Komisioner Panwas Kabupaten Bombana, sedikit bernafas lega. Setelah setahun lebih melaporkan pencemaran nama baik, akhirnya terlapor bernama Titing Saranani, berhasil diamankan penyidik Subdit Ekonomi Khusus, Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara.

Penangkapan Titing Saranani atau Tie Saranani pada Senin 28 November 2016, sedikit unik. Ceritanya, penangkapan itu berawal dari anggota Eksus yang melihat Tie Saranani berada di sekitaran Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga. Tidak mau susah payah, anggota kepolisian yang mengenakan pakaian sipil pun saat itu juga langsung mengejar.

Sayang, Tie Saranani berhasil mengalahkan aparat kepolisian yang melakukan pengejaran.

Rupanya, Tie Saranani bukan melarikan diri, melainkan ketakutan diburu kepolisian, melainkan menuju ke Polda Sultra. Maksudnya, Tie bermaksud untuk melaporkan tindakan tidak nyamannya karena dikejar-kejar aparat kepolisian.

Belum sempat melapor, Tie Saranani lebih dulu diserahkan ke ke penyidik kepolisian. Alasannya, dirinya sudah menjadi Daftar Pencarian Orang atau DPO pihak Polda Sultra.

Kasubbid PID Polda Sultra, Komisaris Polisi Dolfi Kumaseh, Tie Saranani telah masuk dalam DPO. Setelah Tie Saranani diketemukan, penyidik telah membawanya ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara.

“Berkas Tie Saranani sudah lama P21. Sayangnya pada saat akan dilimpahkan pada pertengahan 2015 lalu, Tie melarikan diri setelah menang pra peradilan di Pengadilan Negeri Kendari,“ katanya.

Tie Saranani dilaporkan La Ode Rahmat, atas dugaan pencemaran nama baik di akun pribadi terlapor.

Penulis: Kamarudin
Edito: Suwarjono

Facebook Comments
arminareka