Tie Saranani
Marisa Haque saat berpose dengan tiga penyidik Polda Sultra di Jakarta. Marisa Haque mengunggah foto ini di Instagramnya. (IST)

Kabarkendari.com – Titing Saranani alias Tie Saranani kini harus menjalani hari-harinya di balik Rumah Tahanan Klas IIA Kendari. Ia dijerat Undang-undang ITE akibat perseteruannya dengan La Ode Rahmat di media sosial.

Sesaat sebelum ditahan penyidik, Tie Saranani menduga ada konspirasi dibalik penangkapan dirinya oleh anggota Reserse Kriminal Khusus Polda Sultra, Senin 28 Nopember 2016.

Menurutnya, laporan polisi yang dibuat oleh La Ode Rahmat sengaja dilegalkan kembali sekalipun La Ode Rahmat sudah berdamai dengan dirinya dihadapan La Ode Songko dan La Ode Ida di Kendari dan Jakarta.

Ia menilai penahanan dirinya terkait dengan laporannya di Polda Metro Jaya terhadap Marissa Haque. Tie memang sedang berseteru dengan artis senior Marissa Haque. Dengan ditahannya dirinya, maka kata Tie laporannya akan jalan ditempat alias fakum.

“Ada konspirasi antara Polda Sultra dan Marissa Haque. Saya yakin ini ada kaitannya dengan laporan saya di Polda Metro Jaya kepada terlapor Marissa Haque. Saya menduga sangat kuat hubungannya kasus ini dengan laporan saya untuk Marissa Haque,” kata Tie kepada Kabarkendari.com.

Analisa Tie, sebelum dirinya ditangkap, tiga penyidik Ekonomi Khusus yang menangani perkara La Ode Rahmat sempat bertemu dengan Marissa Haque di Jakarta beberapa waktu lalu.

Pertemuan itu disebutnya bukan pertemuan biasa. Pasalnya, pasca pertemuan tersebut, Marissa Haque mengupload foto surat DPO dari Polda Sultra untuk dirinya.

“Sebelum Marissa Haque mendapat surat ini Pak Samuel (Penyidik Eksus), Subakat (Penyidik Eksus) dan AKBP Hadi Winarno itu sempat bertemu dengan Marissa Haque di Jakarta. Mereka makan bareng di rumah makan ternama lagi,” katanya.

Karena kejanggalan ini, Tie berencana melaporkannya ke Propam Polda Sultra.

Penyidik Polda Sultra, Samuel, yang dikonfirmasi enggan memberikan keterangan. Namun ia mempersilahkan jurnalis melakukan konfirmasi melalui Humas Polda Sultra.

“Saya juga sudah ketemu Pak Kapolda Sultra (Brigadir Jenderal Polisi Agung Sabar Santoso) Jumat 25 Nopember 2016 kemarin sore. Pak Kapolda bilang ke saya sudah tidak ada masalah dan DPO itu tidak apa-apa dan sudah selesai. Katanya saya tidak apa-apa dalam kasus ini,” kata Tie Saranani menirukan ucapan Kapolda Sultra.

Tie Saranani menuturkan dirinya siap menjalani proses hukum atas kasus ini. Dirinya sudah mempersiapkan bukti-bukti meringankan dirinya bahwa ungkapannya di facebook bukan tanpa asalan.

Namun hal ini dirinya masih merahasiakan menunggu sidang di Pengadilan Negeri Kendari. Tie Saranani meyakini La Ode Rahmat tidak akan datang dipersidangan nanti karena menurutnya jika La Ode Rahmat hadir maka sama saja mantan anggota Panwas Kabupaten Bombana ini mempermalukan dirinya.

“Saya harap dia datang. Soal buktinya tunggu saja nanti kita berhadapan di pengadilan. Saya siap menerima proses hukum yang berlaku,” pungkasnya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
arminareka