surat kaleng
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Surat tanpa identitas yang berisikan laporan dugaan suap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari, Andi Rumpang masuk di meja Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tenggara.

Surat kaleng ini, berisikan tentang adanya dugaan suap yang diterima oleh Andi Rumpang dalam kasus penanganan korupsi pembangunan Kendari Water Sport.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Aksah mengakui adanya surat kaleng tersebut. Menurut dia, surat ini diterima sejak Oktober lalu. “Surat dugaan suap terhadap Kajari Kendari itu pernah masuk secara tertulis ke kita. Tapi kita kategorikan surat kaleng,” ungkap Aksah, Senin 28 November 2016.

Namun, kata Aksah, pihaknya tidak bisa menindaklanjuti surat kaleng tersebut karena nama pelapor tidak jelas. “Kita hubungi tidak bisa. Kita tidak bisa proses surat kaleng ini. Karena dalam aturan, laporan harus terpenuhi syarat formil dan materil,” ungkapnya.

Syarat formil menyangkut identitas pelapornya dan syarat materilnya tentang bukti dugaan suap yang dilakukan oleh Kajari.

“Untuk kronologis memang ada. Itu menyangkut dugaan suap kasus korupsi Water sport. Tapi kita tidak bisa tindaklanjuti,” jelasnya.

Ombudsman juga, lanjut Aksah, tidak bisa langsung berkoordinasi dengan Kajari meskipun ada kronologis seperti dijelaskan dalam surat kaleng tersebut.

“Kalau pelapor tidak bisa buktikan bukti permulaan, maka susah kita telusuri. Kita juga tidak bisa menerima keterangan orang dan langsung kita telusuri,” ujarnya.

Dia berharap, kalau pun surat kaleng ini benar terjadi, Aksah meminta kepada pemilik surat kaleng untuk datang baik-baik di Ombudsman. Jika takut identitasnya ketahuan, Ombudsman memiliki kewajiban melindungi dan menutupi identitas pelapor.

“Kalau pelapor ingin ditindaklanjuti, yang bersangkutan silahkan datang resmi melapor. Ombudsman menjamin kerahasiaan pelapor. Kami mengundang dan membuka tangan kepada siapa pun untuk melapor,” pungkasnya.

Dikonfirmasi hal ini, nomor telepon Andi Rumpang tidak aktif.

Sementara Kepala Seksi Intel Kejari Kendari Indra tidak mau memberikan tanggapan adanya isu tersebut.

“Saya no comment. Nanti langsung ke beliau saja. Besok beliau sudah ada di Kendari. Nanti ketemu saja,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka