Sitti Saleha
Sitti Saleha. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sulawesi Tenggara menemukan adanya dugaan pungutan liar yang dilakukan oleh Penjabat Bupati Bombana, Siti Saleha, pada saat proses tender sejumlah proyek di daerah itu.

Dugaan pungli yang diterima Saleh terkuak ketika ORI Sultra memeriksa beberapa kelompok kerja lelang dan panitia lelang dari Bombana.

“Sudah panggil para pihak, termasuk Pokja dan pihak terkait. Dari cerita itu, di sana ada bukti pungli bahkan ditengarai sesungguhnya dana itu tidak hanya mengalir ke Pokja, tapi juga mengalir ke Pj Bupati dan suaminya,” ungkap Kepala ORI Sultra, Aksah, Kamis 1 Desember 2016.

Aksah menguraikan, dugaan suap ini bermula dari proses tender pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten Bombana.

Belum lama ini, sebut dia, Pemkab Bombana baru saja melakukan tender 12 paket proyek senilai Rp 4,6 miliar. Beberapa peserta lelang melaporkan adanya kejanggalan dalam proses lelang.

“Masalah ini dilaporkan ke Ombudsman karena sarat kecurangan. Pemenang tender sudah diatur. Selain itu, secara administratif beberapa perusahaan sebenarnya tidak layak dimenangkan,” kata Aksah.

Selain itu, dugaan pelanggaran lain yang ditemukan adalah salah satu perusahaan pemenang lelang diduga memalsukan Sertifikasi Badan Usaha perusahaan.

“Terkait dengan pemalsuan SBU dilakukan oleh CV Skala Pos. Dia menangkan paket Rp 2,5 miliar dengan SBU palsu. Setelah kita cek di LPJKD, ternyata sudah lama mati. Datanya, tidak terinput LPJKD Sultra,” bebernya.

“Ada juga perusahaan kualifikasinya tidak memenuhi syarat,” ujarnya.

Salah satu perusahaan yang diduga tidak memenuhi syarat, sebut Aksah, adalah CV Mahesa Teknis. Perusahaan ini diduga sengaja dimenangkan tapi tidak memenuhi syarat kualifikasi.

Dari kasus inilah, Ombudsman melakukan pengembangan dengan meminta klarifikasi berbagai pihak. Mulai dari Pokja, panitia, LPJK provinsi, dan Askindo.

Hasil pemeriksaan, ditemukan adanya pungli yang dananya turut mengalir ke Pj Bupati dan suaminya. Hal itu berdasarkan rekaman yang diterima Ombudsman dan ikut diakui oleh panitia.

“Di pengadaan barang dan jasa ini potensi pungli sangat tinggi. Kita belum periksa Pj Bupati. Tapi kita akan klarifikasi juga nanti,” ujarnya.

“Nanti kita koordinasi dengan saber pungli dan kami akan awasi saber pungli bekerja betul atau tidak,” tuturnya.

Ketika jurnalis kabarkendari.com mencoba menghubungi Sitti Saleha untuk melakukan klarifikasi, namun nomor telepon Pejabat Bupati Bombana tersebut tidak aktif.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
arminareka