ori sultra
Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra, Aksah. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tenggara menemukan adanya mobilisasi Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Kendari, Muna, dan Muna Barat untuk mendukung salah satu pasangan calon di Pilkada Muna Barat.

Kepala Perwakilan Ombudsman Sultra Aksah mengatakan, mereka mendapatkan informasi ini langsung dari PNS yang ikut memobilisasi. Bahkan, kata Aksah, yang bersangkutan mengakui telah berpihak kepada salah satu paslon.

“Keterlibatan aparatur sipil negara terbuka dilakukan di sana. Mulai dari Kendari, Kabupaten Muna hingga di Muna Barat sendiri. Bahkan, PNS dimobilisasi dari Kendari,” ungkap Aksah, Kamis 1 Desember 2016.

Aksah melanjutkan, pengerahan aparatur sipil negara ini cukup masif di Mubar. Terlebih, para PNS di Kendari ikut memobilisasi mahasiswa dan membiayai mereka untuk kampanye dukungan salah satu paslon.

“Mereka libatkan mahasiswa untuk turun di setiap desa di Mubar. Ini sangat masif dilakukan,” bebernya.

Dia menyebut, untuk ke Muna Barat cukup gampang memobilisasi calon. Hanya dengan alasan jalan-jalan namun dengan modus mengampanyekan salah satu paslon.

“Di Muna induk itu lebih-lebih dekat. Saya tidak tahu apakah semua bergerak sendiri atau dimobilisasi oleh kandidat,” jelasnya.

“Yang jadi problem kita sebenarnya karena mereka libatkan diri mereka mobilisasi mahasiswa dari Kendari untuk memilih calon tertentu,” tambahnya.

Aksah mengaku, sejauh ini hanya satu paslon diidentifikasi melibatkan PNS. Hal ini diakui oleh oknum yang bersangkutan. “Dan setelah temui yang bersangkutan dan diakui sendiri,” sebutnya.

Aksah menuturkan, belum ada langkah untuk memeriksa PNS tersebut. Pihaknya hanya sebatas menyampaikan ke Bawaslu untuk segera diproses. “Kalau sudah terjadi seperti itu, harus ada tindakan yang tegas dari Bawaslu,” tuturnya.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka