Adrianus Meliala
Anggota Ombudsman RI, Adrianus Meliala. (INT)

Kabarkendari.com – Sebanyak 78,41 persen dari 2000 Unit Layanan Publik tidak melibatkan masyarakat dalam penyusunan standar pelayanan publik.

Data tersebut merupakan hasil survei kompetensi penyelenggara layanan yang dilakukan Ombudsman RI pada kurun waktu Mei-Oktober tahun ini.

Anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala, mengatakan Undang Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik mengamanatkan kementerian/lembaga/pemda untuk melibatkan masyarakat dalam penyusunan standar pelayanan publik.

“Di samping melakukan survei kepatuhan atribut layanan, mulai tahun ini Ombudsman juga memberikan perhatian apakah unit layanan publik tersebut melibatkan masyarakat atau tidak dalam penyusunan standar layanan. lni penting untuk meningkatkan partisipasi publik serta memperkuat sisi pengawasan,” kata Adrian di Kantor Ombudsman RI, Selasa (29/11).

Adrianus menambahkan dari survei tersebut didapatkan hasil sebanyak 60,73% unit layanan publik di Indonesia tidak melaksanakan survei kepuasan masyarakat.

Padahal survei kepuasan masyarakat merupakan salah satu tolok ukur bagi unit layanan untuk melakukan evaluasi demi peningkatan kualitas pelayanan publik.

Survei kepatuhan atribut layanan oleh Ombudsman RI merupakan penilaian kepatuhan kementerian/lembaga/pemda terhadap standar pelayanan publik sesuai UU 25/2009 tentang Pelayanan Publik.

Pada tahun 2016, Ombudsman RI melakukan penilaian mencakup 12 ribu produk pelayanan publik di 25 Kementerian, 15 Lembaga, 33 Provinsi, 85 Kabupaten dan 55 Kota.

Tahun ini jumlah entitas yang disurvei oleh Ombudsman meningkat dibandingkan tahun 2015 lalu yakni 22 Kementerian, 15 Lembaga, 33 Provinsi, 64 Kabupaten dan 50 Kota.

“Akan dilaksanakan penganugerahan predikat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik kepada entitas yang masuk dalam zona hijau/zona kepatuhan tinggi di Jakarta pada awal Desember 2016. Rencananya akan diserahkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia,” kata Adrianus.

Sumber: Siaran Pers Humas Ombudsman Republik Indonesia

Facebook Comments
arminareka