Rescue Basarnas Kendari
Penutupan Latihan Potensi Water Rescue Basarnas Kendari, Rabu 30 November 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Latihan potensi water rescue yang digelar Badan SAR Nasional Kendari, resmi ditutup oleh Kepala Kantor SAR Kendari, Amirudin SSos, Rabu 30 November 2016 sore kemarin. Penutupan ini ditandai dengan simulasi kapal terbakar yang diumpamakan kepada kapal motor (KM) Nanggala GT 45 rute Wawonii-Kendari yang mengalami musibah kebakaran di tengah laut sekitar Pulau Bokori.

Simulasi ini merupakan bagian dari materi water rescue sekaligus untuk mengecek seluruh pemahaman peserta dari materi yang didapatkan selama tiga hari pelatihan. Para peserta ditugaskan sebagai korban bencana, tim gabungan penyelamat dari SAR, Polair Polda Sultra dan TNI Angkatan Laut Kendari, serta tim medis dari beberapa rumah sakit Kendari. Dalam simulasi tampak para peserta mempraktikkan materi yang didapatkan selama pelatihan.

Simulasi kapal terbakar tersebut mula-mula dilaporkan oleh masyarakat kepada anggota SAR bahwa KM Nanggala yang memuat 21 orang penumpang, terbakar di sekitar Pulau Bokori. Kemudian Kepala Kantor SAR, Amirudin menghubungi seluruh anggotanya untuk melakukan penyelamatan. Tidak hanya anggotanya, sesuai SOP rescue SAR harus mengkoordinasikan kepada Polair dan Lanal Kendari terkait musibah ini.

Usai menggelar simulasi, peserta dan anggota SAR Kendari langsung melaksanakan upacara penutupan yang dipimpin langsung Amirudin. S.Sos. Dalam sambutannya, ia berterima kasih kepada anggotanya yang telah sukses melaksanakan kegiatan pelatihan Potensi Water Rescue kepada 60 orang peserta. Tidak lupa Amirudin juga menyampaikan selamat kepada peserta yang tekun mengikuti kegiatan tersebut.

“Para peserta ini sudah masuk bagian dari kami sebagai penyelamat musibah. Ini merupakan bibit SDM yang akan membantu kami dalam melakukan penyelamatan nantinya. Olehnya itu, dengan materi selama tiga hari ini bisa menjadi edukasi yang baik tentang mekanisme dan prosedur penyelamatan musibah,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, bahwa program kerja tidak hanya selesai hingga akhir pelatihan. Namun komunikasi antar lembaga terus dibangun untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan bagi korban yang memerlukan bantuan. Olehnya itu kata Amirudin, dia meminta salam kepada Gubernur Sultra, Kapolda Sultra, Danrem 143 Halu Oleo, Komandan Yonif 725 Woroagi, dan seluruh elemen yang menyukseskan kegiatannya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka