kpu kota kendari
Ketua KPU Kota Kendari, Hayani Imbu. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Jelang perampungan Daftar Pemilih Tetap (DPT), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kendari menemukan surat keterangan domisili diduga palsu yang akan digunakan dalam pemilihan Wali Kota Kendari 2017. Puluhan surat keterangan palsu tersebut semua beralamat di Kelurahan Bungkutoko.

Ketua KPU Kota Kendari Hayani Imbu mengatakan, surat keterangan domisili palsu ini ditemukan saat puluhan surat keterangan perekaman E-KTP yang dikumpul ke KPU Kota Kendari. Saat dimasukkan seluruh datanya, ternyata nomor induk kependudukan atau NIK ditolak oleh Sistem Data Pemilih atau Sidalih.

“Awalnya kami percaya bahwa itu dikeluarkan oleh Disdukcapil. Namun, saat tim kami melakukan penginputan di Sidalih ternyata NIK yang ada di surat keterangan tersebut terdeteksi ganda. Jadi, mereka menggunakan NIK orang lain,” ungkap Hayani Imbu, Senin 28 November 2016.

Mengetahui hal itu, Hayani langsung menelpon Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Kendari. Dari keterangan pihak dukcapil, tidak pernah mengeluarkan puluhan surat keterangan perekaman E-KTP palsu.

“Mereka bilang itu palsu karena tanda tangan dan stempelnya palsu. Foto di surat keterangan juga tidak ada juga,” katanya menirukan pernyataan pihak Dukcapil.

Dengan temuan ini, kata Hayani, pihaknya akan melaporkan ke Panwaslu Kota Kendari.

“Kita akan laporkan ke Panwas temuan ini. Mengakunya tidak terdaftar, tetapi ternyata menggunakan NIK orang lain,” ujarnya.

Menurut Hayani, pelaku pemalsuan identitas ini bisa dijerat aturan hukum. Selain menyalahi Undang-undang Pilkada, mereka juga bisa dikenakan dugaan pemalsuan identitas kependudukan.

Penulis: La Ode Pandi Sartiman
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka