Guru Besar UHO
Sejumlah Guru Besar Universitas Halu Oleo mengadu di DPRD Sultra Terkait Penunjukan Prof Supriadi Rustad. (KABARKENDARI/PANDI)

Kabarkendari.com – Dengan nada tinggi dan suara melengking, Ketua Tim Hukum Universitas Halu Oleo Salimin SH MH memprotes beberapa kebijakan, mantan Rektor UHO Usman Rianse selama menjabat.

Dia menilai, Usman tidak tahu diri. Salimin mengaku, selama menjadi Ketua Tim Hukum UHO dirinya tiga kali memenangkan Usman dalam peradilan di Tata Usaha Negara.

“Saya sudah tiga perkara saya menangkan Usman Rianse. Tapi apa yang dia lakukan sekarang. Pemilihan rektor dia buat bermasalah,” ungkap Salimin saat mengadu di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD Sultra, Rabu 30 November 2016.

Salimin ikut menyebutkan beberapa kebobrokan yang dilakukan Usman selama pelaksanaan Pemilihan Rektor. Yakni, Usman secara jelas menunjukkan keberpihakan pada salah satu calon rektor. Harusnya, Usman bertindak netral dan tidak perlu secara gamblang menyatakan sikap mendukung salah satu calon.

Kedua, pengusulan guru besar yang tidak prosedural. Dia menanggap, cara-cara itu untuk memuluskan keinginannya memenangkan calon yang dia usung.

Ketiga, beberapa anggota senat yang ikut menyalurkan hak suaranya pada Pilrektor kemarin diketahui tengah mengikuti tugas belajar di luar daerah. Harusnya, mereka tidak berhak untuk memilih.

Keempat, Usman memasukan beberapa UPT non akademik sebagai anggota senat. Padahal, mereka itu golongannya baru 3B.

“Kalau ada UPT WC mungkin, bisa juga ikut memilih. Saya ini sudah 15 tahun jadi dosen dan golongan saya IVA, tidak pernah masuk anggota senat. Ini baru menjabat UPT begitu sudah langsung masuk jadi senat,” bebernya.

“Termasuk juga yang dapat bantuan kuliah. Termasuk anak dan istrinya Wa Kuasa yang ikut memilih,” tekannya.

Sebagai pendidik, lanjut Salimin, dirinya tidak mau dimainkan oleh Usman Rianse. Bahkan, dia menilai, Usman tidak tahu diri karena selama ini dirinya yang pasang badan ketika ada pihak luar yang menggugat UHO.

“Saya sudah tiga kali menangkan Usman Rianse ini. Jadi, namanya ikan, pasti busuk duluan kepalanya dari pada ekornya. Yang rusak itu di kepalanya,” tegasnya dengan nada tinggi.

Tidak sampai di situ, Salimin mencurigai, adanya Plt Rektor UHO berkat lobi Usman kepada Kementerian. Termasuk, ditunjuknya Prof Supriadi Rustad sebagai Plt oleh kementerian.

“Ini Menristek Dikti main-main dengan UHO. Ini tidak lepas dari tindakan Usman Rianse yang melobi di sana. Masa kita dikirimkan Profesor yang hanya menjabat penasehat akademik. Kalau seperti dia, di UHO bisa dilelang. Banyak orang yang pintar di UHO,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Rektor UHO Prof Usman Rianse membantah seluruh tudingan Salimin. Berdasarkan hasil verifikasi inspektorat jenderal Kemenristek Dikti tIdak terbukti dia bersalah.

“Saya juga tidak pernah ditegur secara resmi atau diberi sanksi. Saya sekarang sudah tidak persoalkan hal itu. Karena kejadiannya pada tgl 16 Maret 2016, belum saatnya Pilrek. Tgl 12 April saya membuat penyataan bahwa saya netral setelah mendekati saat penyaringan. Tapi kini semua sudah tidak gunanya lagi bermasa lalu. Mari kita hadapi pilrek dengan penuh kedamaian di bawah kepemimpinan Prof Supriadi,” ungkapnya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka