WNA Tiongkok di Kendari
WNA Ilegal Asal Tiongkok ditangkap Pihak Imigrasi Kendari, Senin 28 November 2016. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Imigrasi Kendari menegaskan Warga Negara Asing tidak dapat bekerja di Sulawesi Tenggara dengan menggunakan visa kunjungan.

Ketua Tim Tindak Imigrasi Kendari, Ruspian, mengatakan visa kunjungan hanya digunakan dan diberikan kepada orang asing yang akan melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia dalam rangka kunjungan bukan untuk menjadi tenaga kerja.

Ia menegaskan akan menangkap Tenaga Kerja Asing di Sultra yang menggunakan visa kunjungan.

“Kita komitmen dalam hal penegakan hukum ini. Kami akan melakukan penyisiran terhadap WNA yang mempunyai visa kunjungan namun menjadi TKA. Ini tidak boleh dan diatur dalam Undang-Undang tentang Keimigrasian,” katanya, Senin 28 Nopember 2016.

Dalam setahun terakhir, di Sultra beberapa perusahaan di sektor pertambangan mulai mempekerjakan TKA dalam jumlah banyak.

Kota Kendari menjadi daerah transit para TKA asal Tiongkok yang akan bekerja di beberapa perusahaan di daerah Konawe (Sulawesi Tenggara) dan Morowali, Sulawesi Tengah.

Akan tetapi, persoalan ini kata Ruspian tidak bisa dijadikan landasan untuk melakukan penangkapan terhadap WNA tersebut. Persoalannya, di Bandara Halu Oleo Kendari, para TKA ini tidak bisa disimpulkan hadir untuk menjadi TKA sekalipun itu benar.

“Tidak bisa langsung diamankan. Kecuali kita melihat mereka lagi bekerja dan ketika kita periksa menggunakan visa kunjungan maka itu akan ditindaki sesuai proses hukum,” jelasnya.

Kenapa Imigrasi Kendari tidak mau mengikuti para WNA tersebut hingga di lokasi tambang tempat mereka bekerja? Menanggapi hal ini katanya, pihaknya tidak bisa

Untuk menelusuri para TKA, Ruspian berdalih pihaknya terkendala prosedur untuk masuk ke wilayah perusahan tambang. Namun ia memastikan pihaknya tengah mengupayakan mengejar para TKA hingga ke dalam perusahaan.

“Kami akan melakukan razia. Kita coba dengan masuk di lokasi tambang. Saya janji akan masuk, kita komitmen untuk menindaki hal ini,” kata lagi menekan penjelasannya.

Perlu diketahui, penelusuran Kabarkendari.com, TKA masuk di Sultra melalui Bandara Halu Oleo Kendari. Saat TKA turun dari pesawat, mereka langsung diarahkan oleh beberapa orang yang diduga merupakan orang perusahaan.

WNA yang datang dijemput dari pesawat dan diantar hingga kedalam mobil menuju lokasi tambang di wilayah Konawe dan Konawe Utara.

Sebahagian WNA lainnya diduga langsung menuju daerah Morowali di Sulawesi Tengah melalui jalur darat.

Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sultra, Yaudu Salam Ajo juga menegaskan jika TKA tidak bisa menggunakan visa kunjungan untuk bekerja.

“Kalau visa kunjungan dijadikan sebagai alat untuk bekerja berarti ilegal dong. Kan sudah jelas visa kunjungan itu untuk berkunjung bukan untuk bekerja. Yah tidak boleh lah, masa mau disamakan antara visa kunjungan dan visa kerja. Bisa melanggar hukum dan ini pidana,” katanya, saat ditemui di ruang rapat DPRD Sultra, Jumat 25 November 2016 siang.

Yaudu meminta pihak-pihak yang menangani hal ini baik Kepolisian Daerah Sultra, Imigrasi dan Dinas Ketenaga Kerjaan agar serius menyikapi hal ini.

“Banyak ruginyalah, pertama kasian tenaga kerja lokal, kedua tidak ada pemasukan untuk negara dan daerah dan kita pemerintah dan penegak hukum seakan dipermainkan oleh pengusaha-pengusaha ini. Saya akan fasilitasi dan coba kita melakukan hal baru seperti masuk ketambang misalkan,” tegas Yaudu.

Penulis : Kamarudin
Editor : Zainal A. Ishaq

Facebook Comments
arminareka