pamsimas sultra
Perwakilan PAMSIMAS Region 7, Zainal Arifin, saat memberi materi kepada fasilitator PAMSIMAS dari 12 Kabupaten di Sultra. (KABARKENDARI/SUWARJONO)

Kabarkendari.com– Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat atau PAMSIMAS region 7 meminta kepada fasilitator yang ada di kabupaten di Sulawesi Tenggara, harus berkualitas dan memiliki keterampilan saat berada di masyarakat. Untuk Sultra, 12 kabupaten dan kota yang menjalankan program PAMSIMAS, sedangkan kabupaten lain diproyeksi tahun 2017.

Zainal Arifin, perwakilan Region 7 PAMSIMAS mengatakan jika program yang menjadi perhatian pemerintah salah satunya air bersih. “Masyarakat harus menikmati air bersih, itulah yang terpenting,” katanya, usai memberi pelatihan kepada fasilitator sebanyak 113 orang.

Terget pemerintah, lanjut Zainal, pada tahun 2019 air bersih diseluruh pelosok daerah khususnya di pedesaan tidak ada lagi warga yang tidak menikmati air bersih. Untuk itu pendamping atau fasilitator yang telah ditunjuk dalam program PAMSIMAS, harus memiliki keterampilan dan kualitas saat berada di masyarakat.

Fasilitator harus memberikan ilmu tentang penyediaan air bersih dan sanitasi. Sebab, setelah program tersebut berakhir maka masyarakatlah yang merawat dan menjaga peralatan serta bangunannya.

Untuk Sulawesi Tenggara dari 2013 sampai 2016 yang masuk dalam program sebanyak 12 kabupaten dan kota, sementara lima kabupaten lainnya diproyeksikan tahun 2017. “Jadi pemerintah nasional punya gawean sementara pemerintah daerah hanya membantu sekian persen agar program ini berhasil,” ungkap Zainal.

Ditempat terpisah, Staf Satker PAMSIMAS Sulawesi Tenggara, Ramon Pratama Tandungan mengatakan sampai saat ini ada 60 desa di empat kabupaten yang fokus di program PAMSIMAS dan sisanya pada 2017.

Ia menambahkan bagi bupati yang ada didaerah bisa menawarkan desa yang bisa mendapat program ini. “Jika desanya layak maka akan secepatnya di realisasikan untuk program PAMSIMAS,” kata Ramon. Untuk diketahui, dalam program ini, pemerintah daerah membantu 20 persen dari total anggaran sedangkan 80 persen dana melalui APBN.

Penulis: Suwarjono

Facebook Comments
arminareka