surat kaleng
Ilustrasi. (INT)

Kabarkendari.com – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari Andi Rumpang memilih tidak mau berbicara kepada media perihal adanya dugaan suap penanganan perkara korupsi yang membelitnya akhir-akhir ini.

Saat didatangi di kantornya, Rabu 30 November 2016, Andi Rumpang memilih sembunyi di ruang kerjanya. Bahkan, untuk memberikan klarifikasi atas dugaan suap tersebut, dia meminta pejabat lainnya untuk bertemu wartawan.

Kepada awak media, Kepala Seksi Intelijen Kejari Kendari Indra Effendi mengaku, Andi Rumpang tidak mau bicara dengan awak media.

“Beliau no coment katanya soal isu itu,” ungkap Indra.

Berdasarkan petunjuk Andi Rumpang, Indra mengaku, isu suap yang selama ini mencuat di permukaan, tidak benar.

“Menurut beliau, isu suap itu tidak ada dan tidak benar,” katanya menirukan pernyataan Andi Rumpang.

Sebelumnya, Ombudsman Perwakilan Sulawesi Tenggara menerima selembar surat kaleng yang berisikan tentang dugaan suap yang diterima oleh Kajari Kendari dalam penanganan kasus pembangunan Kendari Water Sport.

Surat itu, bertuliskan tentang deretan dugaan suap yang diterima Andi Rumpang. Baik kasus Water Sport, maupun beberapa kasus yang sengaja di hentikan atas permintaan Kajari Kendari.

Diketahui pula, surat yang ditulis sekitar Oktober lalu itu, dikirim atas nama pegawai Kejari Kota Kendari.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka