korupsi water sport kendari
Kadis Pariwisata Zainal Koedoes dibawa menuju rutan klas 2A Kendari. (KABARKENDARI/EGI)

Kabarkendari.com – Satu per satu tersangka kasus korupsi pembangunan wahana olahraga air atau water sport yang melekat di Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara, mendekam di sel tahanan Rutan Klas 2A Kendari. Setelah penyidik Kejaksaan Tinggi Sultra menahan pejabat pembuat komitmen (PPK) Muhammad Aswad Laembo dalam kasus tersebut. Terbaru, penyidik menahan Kepala Dinas Pariwisata Sultra, Zainal Koedoes, salah satu tersangka dalam kasus ini.

Sebelum penahanan berlansung, Zainal Koedoes terlebih dulu menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam dari Pukul 08.00 Wita hingga Pukul 18.00 Wita sore tadi, Senin 28 November 2016. Dalam pemeriksaan ini, Zainal Koedoes dicecar pertanyaan sebanyak 43 pertanyaan terkait kronologis kasus proyek water sport, penggunaan anggaran proyek, peran Zainal Koedoes sendiri dalam proyek itu hingga terjadinya penyelewengan anggaran. Setelah pemeriksaan ini Zainal Koedoes langsung digelandang ke Rutan Klas 2A Kendari.

“Penahanan ini kewenangan penyidik. Ada dasar hukum dalam proses penahanan yang kami lakukan,” kata Kepala Humas Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH, saat diwawancarai oleh awak media.

Zainal Koedoes yang hadir ditemani kuasa hukumnya, Dahlan Moga SH, tidak kuasa menerima kenyataan pahit tersebut. Sebelum proses penahanan Zainal Koedoes sempat menjalani pemeriksaan kesehatan di Klinik Kejati Sultra. Namun saat dicegat wartawan mulai dari pemeriksaan hingga digiring masuk kedalam mobil penyidik, Zainal Koedoes tidak banyak bicara dan memilih menolak pertanyaan wartawan.

Sementara itu, Dahlan Moga yang coba dikonfirmasi menyampaikan turut prihatin atas penahanan terhadap kliennya. Namun katanya, selaku pengacara dan pihak bertanggung jawab dalam kasus ini, pihaknya menerima proses hukum yang dikenakan terhadap kliennya. Dahlan Moga menerangkan, apa yang terjadi pada kliennya tidak bisa juga dikatakan bersalah karena pihaknya menganut asas praduga tidak bersalah.

“Kita hormati hukum. Jika ini demi proses penegakan hukum yah apa boleh buat. Kita tetap terima,” katanya dihadapan belasan wartawan.

Penulis: Kamarudin
Editor: Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka