Ilustrasi Kasus Water Sport
Ilustrasi. (Muh. Hajar Syiddiq)

Kabarkendari.com – Isu dugaan suap terhadap Kepala Kejaksaan Negeri Kendari Andi Rumpang menyeruak ke publik.

Surat kaleng itu, tidak hanya berisikan dugaan suap terhadap penanganan kasus korupsi pembangunan Kendari Water Sport, tetapi beberapa kasus lainnya ikut termuat dalam surat kaleng yang diterima Ombudsman Perwakilan Sultra.

Berikut isi surat kaleng tersebut yang dikirim sekira Oktober 2016 oleh salah seorang pegawai Kejari Kendari berinisial NN:

Maret 2016, Kepala Kejaksaan Negeri Kendari, Andi Rumpang dilantik pada tanggal bersama-sama dengan Kajari Raha dan Kajari Baubau di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara. Harapan kami sebagai pegawai Kejaksaan Negeri Kendari, tugas fungsi dari Kejari baru tersebut dapat menuntaskan segala kasus-kasus dugaan korupsi di Kota Kendari yang sebelumnya sempat ngambang.

Contohnya seperti kasus dugaan korupsi dana hibah Pemilihan Walikota cetak modul di melibatkan Ketua KPU Kota Kendari, Kasus dugaan korupsi Pengadaan Lembaga LPMP Sultra yan melibatkan Prof Hana.

Beberapa kasus ini, sedang dalam masa persidangan yang pernah dituntaskan Kejari Lama, Yohanes Gatot Iriyanto. Namun, untuo kasus saat ini, sudah dilimpah di Kejati Sultra, dugaan korupsi Water Sport di Teluk Kendari terjadi penyimpangan.

“Saya mengetahui, kasus ini sengaja dilimpah sebab, ada alasan krusial. Perlimpahan kasus ini akibat penyimpangan suap yang sering dilakukan Andi Rumpang selama ini, sehingga kasus ini terlihat jalan di tempat. Kajari telah beberapa kali menerima uang dari Kepala Dinas Ekonomi, Kreatif dan Parawisata Sultra. Itulah alasan, kasus ini ditarik demi memperlancar proses penyelidikan,” tulis surat kaleng yang diketahui adalah staf Kejari Kendari.

“Saya selaku pegawai Kejaksaan Negeri Kendari merasa kecewa, harapan saya dengan Kajari yang baru memudar setelah saya mengetahui bahwa ada suap untuk mengehentikan kasus korupsi lainnya yang sekarang dalam penyelidikan Kejaksaan Negeri Kendari. Seperti laporan dugaan korupsi yang dilaporkan oleh Bapak Walikota Kendari Asrun tentang kasus dugaan penghilangan aset jalan Pemerintah Kota Kendari di Mall Mandonga,” tambahnya.

Staf di Kejari Kendari ini menambahkan, dirinya ikut mengetahui bahwa, Kajari berkeinginan dan sudah menyusun rencana untuk mengamankan beberapa kasus tersebut.

“Dalam perjalanan beberapa kasus yang saya sebut, Kepala Dinas tersebut “berkunjung” ke ruangan Kepala Kejaksaan Negeri Kendari. Saya sebagai bawahan merasa tidak masalah apabila atasan saya menerima tamu yang tidak ada kaitannya dengan perkara yang sedang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kendari. Namun akan lain ceritanya apabila kunjungan Kepala Dinas beserta staf-stafnya tersebut adalah untuk mengamankan perkara yang saat ini sedang diselidiki,” bebernya.

Sepengetahuan staf ini, terakhir kali, pada Agustus 2016, telah terjadi pertemuan antara Kepala Kejaksaan Negeri Kendari dengan pegawai Dinas PU dan juga pegawai Dinas Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Sulawesi Tenggara dalam waktu yang berbeda untuk membicarakan dugaan kasus korupsi yang melibatkan instansi mereka.

Di luar dari pada itu, untuk mengamankan kasus korupsi tersebut, pertemuan juga dilakukan beberapa tempat lain seperti di rumah makan yang ada di Kota Kendari.

Dia mengungkapkan, dirinya dan pegawai Kejaksan yang lain siap untuk membongkar kejahatan terselubung dalam Instansi kami, mulai dari penyuapan kasus Water Sport hingga kasus-kasus lainnya seperti pelelangan barang bukti (bb) yakni, solar, senso, 54 Kubik kayu hasil sitaan negara tanpa melalui prosedur yang benar demi keuntungan Kepala Kejaksaan Negeri Kendari yang baru saja dilakukan beberapa bulan lalu.

“Demikian pengaduan dan informasi yang dapat saya berikan, mohon untuk segera ditindaklanjuti, sebelum kasus ini berlanjut terus-menerus dan negara semakin dirugikan oleh tindakan oknum-oknum kejaksaan yang tidak bertanggungjawab,” tuturnya.

“Semua ini fakta dan bukan surat kaleng biasa atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya,”

Ttd NN, Pegawai Kejaksaan Negeri Kendari.

Melalui Kepala Seksi Intel Kejari Kendari Indra Effendi mengaku, Kajari Kendari Andi Rumpang tidak mau memberikan pernyataan langsung ke jurnalis.

“Dia hanya bilang no coment. Dia mengaku, Informasi suap itu tidak benar,” katanya.

Penulis : La Ode Pandi Sartiman
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka