Demo 212 Ahok
Aksi Bela Islam tahap III 212 dengan tuntutan penjarakan Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama Islam juga terjadi di Kota Kendari, 2 Desember 2016. (KABARKENDARI/EGI(

Kabarkendari.com – Aksi Bela Islam tahap III 212 dengan tuntutan penjarakan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama Islam juga terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, di wilayah ini organisasi masyarakat (ormas) Islam seperti Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kendari menggelar aksi di depan Kantor DPRD Sultra.

Dalam aksi ini, IMM menggelar demo dengan membakar ban. Mereka meminta wakil rakyat Sultra menyurati Kapolri dan Kejaksaan agar menahan Ahok dalam kasus penistaan agama. Menurut Koordinator Aksi, Rahman, kasus ini harus segera dituntaskan setuntas-tuntasnya dan seadil-adilnya.

“Dalam pandangan kami adil dalam hal ini Ahok harus ditahan. Jika tidak berarti dalam kasus Ahok ini ada permainan antara Kapolri Jenderal Tito Karnavian, kejaksaan dan Ahok sebagai tersangka,” katanya.

Lebih lanjut Rahman menyampaikan bahwa Kapolri jangan membuat isu yang tidak benar dengan membawa-bawa isu makar dalam kasus Ahok. Kapolri katanya sengaja memperbesar kasus ini dengan membawa isu makar agar memperburuk gerakan umat Islam.

“Tidak ada tindakan makar dalam aksi demo 212 ini. Kami murni dengan hati nurani. Saya sampaikan jangan ada isu yang disebar oleh Kapolri. Kami meminta dewan menyurati presiden agar mencopot Kapolri sekarang juga,” tegansya.

Dalam aksi ini, IMM meminta agar presiden Jokowi untuk menginstruksikan kepada Kapolri dan Kejaksaan untuk menahan Ahok. Menurutnya, Ahok adalah pelaku pidana yang tidak bisa ditoleransi. Kasus ini katanya telah menjatuhkan derajat Islam seluruh dunia termaksud Idonesia.

Sementara itu Koordinator aksi dari HMI bernama Irman, mengungkapkan bahwa tindakan Ahok telah melanggar konstitusi di negara Indonesia. Katanya, aksi ini adalah instruksi atas Pengurus Besar (PB) HMI dengan isu tangkap Ahok. HMI meminta agar mekanisme hukum ditegakan sesuai keadilan di negara Indonesia.

“Perjuangan ini merupakan perjuangan nurani. Gerakan ini juga untuk mengecek kembali kerja Jokowi selama ini. Kita harus menekan Jokowi agar menginstruksikan kepada penegak hukum untuk menangkap Ahok,” jelasnya.

Penulis : Kamarudin
Editor : Jumaddin Arif Tobarani

Facebook Comments
arminareka